JARE SIMBAH WONG URIP NEK ISO NGETUTNO DRIJI LIMO BAKAL AYEM URIP
1. DJENTIK - OJO SOK NGUNGIT2 BARANG SENG WES NDESEK
2. DJARI MANIS - RASAH MANIS LAMBENE BOSOK ATINE
3. DJARI PENUNGGUL - RASAH NGUNGGUL2NO AWAK DEWE ELING DEK NDUWUR LANGIT JEK ONO LANGIT
4. TELUNJUK - RASAH NUDING2 NEK GAK WERUH PERKORONE
5. DJEMPOL - KABEH MENUNGSO DEK DUNYO IKI PODO DRAJATE
Jumat, 01 Juni 2012
Rabu, 07 Maret 2012
Karena, hidup ini seperti secangkir kopi
Sekelompok alumni, mapan
dalam karir mereka, berkumpul untuk mengunjungi profesor lama ketika
mereka masih kuliah di Universitas. Percakapan segera berisi keluhan
tentang stres dalam pekerjaan dan kehidupan. Menawarkan kopi kepada
tamu, sang profesor pergi ke dapur dan kembali membawa satu teko besar
kopi dan bermacam-macam cangkir : porselen, plastik, gelas, kristal.
Beberapa cangkir tersebut biasa saja, beberapa mahal dan beberapa sangat
indah. Dia kemudian mempersilahkan tamu-tamunya untuk mengambil cangkir
dan menuangkan sendiri kopi.
Hidup Itu Seperti Memancing
Pada tepian sebuah sungai, tampak seorang anak kecil sedang
bersenang-senang. Ia bermain air yang bening di sana. Sesekali tangannya
dicelupkan ke dalam sungai yang sejuk. Si anak terlihat sangat
menikmati permainannya.
Selain asyik bermain, si anak juga
sering memperhatikan seorang paman tua yang hampir setiap hari datang
ke sungai untuk memancing. Setiap kali bermain di sungai, setiap kali
pula ia selalu melihat sang paman asyik mengulurkan pancingnya. Kadang,
tangkapannya hanya sedikit. Tetapi, tidak jarang juga ikan yang
didapat banyak jumlahnya.
Jadilah Seperti Kopi
Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan
menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu
bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk
berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah
baru.
Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia
mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api. Setelah air di
panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama,
telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia
membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan
menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang
ayah.
HADIAH DARI SANG AYAH
Seorang pemuda sebentar
lagi akan diwisuda,sebentar lagi dia akan menjadi seorang sarjana,
akhir dari jerih payahnya selama beberapa tahun di bangku pendidikan.
Beberapa bulan yang lalu dia melewati sebuah showroom, dan saat itu dia
jatuh cinta kepada sebuah mobil sport, keluaran terbaru dari Ford.
Selama beberapa bulan dia selalu membayangkan, nanti pada saat wisuda ayahnya pasti akan membelikan mobil itu kepadanya. Dia yakin, karena dia anak satu-satunya dan ayahnya sangat sayang padanya, sehingga dia yakin banget nanti dia pasti akan mendapatkan mobil itu. Dia pun berangan-angan mengendarai mobil itu, bersenang-senang dengan teman-temannya, bahkan semua mimpinya itu dia ceritakan keteman-temannya.
Selama beberapa bulan dia selalu membayangkan, nanti pada saat wisuda ayahnya pasti akan membelikan mobil itu kepadanya. Dia yakin, karena dia anak satu-satunya dan ayahnya sangat sayang padanya, sehingga dia yakin banget nanti dia pasti akan mendapatkan mobil itu. Dia pun berangan-angan mengendarai mobil itu, bersenang-senang dengan teman-temannya, bahkan semua mimpinya itu dia ceritakan keteman-temannya.
Cerita Seorang Gadis Buta
Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena
kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga
membenci semua orang kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada
disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi
kekasihnya hanya jika dia bisa melihat dunia. Suatu hari, ada
seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepadanya sehingga dia bisa
melihat semua hal, termasuk kekasihnya. Kekasihnya bertanya, “Sekarang
kamu bisa melihat dunia. Apakah kamu mau menikah denganku?” Gadis itu
terguncang saat melihat bahwa kekasihnya ternyata buta. Dia menolak
untuk menikah dengannya.
Kekasihnya pergi dengan air mata mengalir, dan kemudian menulis sepucuk surat singkat kepada gadis itu, “Sayangku, tolong jaga baik-baik mata saya.”
Kekasihnya pergi dengan air mata mengalir, dan kemudian menulis sepucuk surat singkat kepada gadis itu, “Sayangku, tolong jaga baik-baik mata saya.”
Toko Penjual Istri
Toko yang menjual isteri
baru dibuka,dimana pria
dapat memilih wanita
untuk dijadikan seorang
isteri. . .
baru dibuka,dimana pria
dapat memilih wanita
untuk dijadikan seorang
isteri. . .
Ooh... Ayah Aku Sudah Capek
Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yg sedang baca koran… “Oh Ayah, ayah” kata sang anak…
“Ada apa?” tanya sang ayah…..
“aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek saja! aku capek. sangat capek…
Selasa, 06 Maret 2012
Sebuah Cerita Suami, Istri, dan Keluarga
Pada hari pernikahanku, aku menggendong istriku. Mobil pengantin
berhenti di depan apartment kami. Teman-teman memaksaku menggendong
istriku keluar dari mobil. Lalu aku menggendongnya ke rumah kami. Dia
tersipu malu-malu. Saat itu, aku adalah seorang pengantin pria yang kuat
dan bahagia.
Suara Hati
“…Kupersembahkan secercah risalah ini terkhusus
untuk sang raja (sebagai seorang Ayah) ataupun permaisuri (sebagai
seorang Bunda) yang ingin menyaksikan sang putera mahkota menjadi
kesatria tangguh di arena kehidupan. Untukmu pula wahai pangeran muda
(sebagai seorang anak) yang ingin menapakkan kakinya di taman-taman
surga...”
>>>Ada Kami dalam Kandungan. . .
>>>Ada Kami dalam Kandungan. . .
Pesan Ibu
Suatu hari, tampak seorang pemuda tergesa-gesa memasuki
sebuah restoran karena kelaparan sejak pagi belum sarapan. Setelah
memesan makanan, seorang anak penjaja kue menghampirinya, "Om, beli kue
Om, masih hangat dan enak rasanya!"
"Tidak Dik, saya mau makan nasi saja," kata si pemuda menolak.
"Tidak Dik, saya mau makan nasi saja," kata si pemuda menolak.
HIDUP UNTUK MEMBERI
Disuatu sore hari pada saat aku pulang kantor dengan
mengendarai sepeda motor, aku disuguhkan suatu drama kecil yang sangat
menarik, seorang anak kecil berumur lebih kurang sepuluh tahun dengan
sangat sigapnya menyalip disela-sela kepadatan kendaraan disebuah lampu
merah perempatan jalan di Jakarta .
Dengan membawa bungkusan yang cukup banyak diayunkannya sepeda berwarna biru muda, sambil membagikan bungkusan tersebut ,ia menyapa akrab setiap orang, dari Tukang koran , Penyapu jalan, Tuna wisma sampai Pak polisi.
Dengan membawa bungkusan yang cukup banyak diayunkannya sepeda berwarna biru muda, sambil membagikan bungkusan tersebut ,ia menyapa akrab setiap orang, dari Tukang koran , Penyapu jalan, Tuna wisma sampai Pak polisi.
Langganan:
Postingan (Atom)
